Mantan Tenaga Kerja Harian Lepas DKP Batam Tuntut Pesongon |
715 kali dibaca
|

Mantan Tenaga Kerja Harian Lepas DKP Batam Tuntut Pesongon

Sulaiman Nababan dan mantan pekerja lepas DKP Batam yang menuntut pesangon.=

Sulaiman Nababan dan mantan pekerja lepas DKP Batam yang menuntut pesangon.

Batam, Radar Kepri- Sebanyak 31 orang karyawan tenaga kerja harian lepas di Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) kota Batam mendatangi Kantor Walikota Batam, Senin (13/05) dengan tujuan, ingin mengadukan nasib mereka kepada walikota Batam Drs H Ahmad Dahlan.

Sebagaimana diketahui, pahlawan Adipura kota Batam ini di berhentikan secara tidak hotmat  oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan kota Batam. Padahal mareka sudah mengabdi kepada pemerintahan kota Batam cukup lama. Ada yang sudah bekerja mulai dari tahun 2001 sampai tahun 2012.

Menurut mereka.”Kami mulai di pecat sejak Januari tahun 2013 tanpa alasan yang jelas. Tanpa memberikan uang pesangon kepada kami. Selama kami bekerja dengan rekan-rekan paling rendah. Diantara kami yang bekerja DKP tersebut ada yang sudah bekerja 6 tahun sampai 12 tahun dengan gaji  antara antara Rp 600 ribu sampai  Rp1,400 juta.”jelasnya.

Para pekerja lepas di DKP Batam ini minta pada pemerintah kota Batam, Walikota Batam dan wakil Walikota Batam memberikan hak-hak mereka yang sudah lama mengabdi kepada pemerintahan.”Kami masuk kerja Dinas DKP ini melalui prosedur resmi. Memasukkan lamaran, jadi kalau mau memecat kami. Harusnya pemerintah mengikuti prosudur, tidak semena-mena begitu saja.”sebut salah seorang buruh.

Setelah lama menunggu, mereka akhirnya di terima oleh Wakil walikota Batam Rudi SE dan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Sulaiman Nababan dan Kepala Dinas PMK-UKM kota Batam Pebrialin serta Dinas tenaga Kerja kota Batam, Zarefriadi.

Pertemuan berlangsung alot, karena Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamana kota Batam, Sulaiman Nababan mengatakan.”Buruh yang minta pasangon tidak ada jalannya. Karena tidak dianggarkan di-APBD. Jadi, kami dari DKP tidak bisa memberiakan hal itu. Dari mana kami ambilkan uangnya. Namun kami masih tetap mencarikan solusinya.”jelasnya.

Dilanjutkan Sulaiman Nababan.”Namun kami sampai sekarang belum menemukan solusinya.”ujarnya.

Jawaban yang kurang memuaskan inilah yang menjadi perdebatan panjang antara kedua belah pihak. Bahkan pihak karyawan sempat menanyakan, selama ini pihak karyawan harian lepas dinas Kebersihan dan pertamanan ini.”Bapak gaji pakai uang apa ?. Dan penerimaan karyawan ini melalui SK Walikota atau melalui SK Dinas DKP.”Tanya mantan pegawai lepas DKP Batam.

Tidak secuilpun jawaban yang muncul dari DKP dan Wako maupun Wawako menjelaskan pertanyaan buruh.

Akhirnya forum rapat tersebut diambil alih oleh Wakil walikota Batam, Rudi SE, minta kepada buruh bersabar.”Saya akan carikan solusinya, sekarang saya lagi menyurati BPK-RI terkait pembayaran pesangon bapak-bapak ini. Kalau BPK-RI menyatakan membolehkan pembayaran pasangon. Saya akan memberikan hak-hak bapak”jelasnya.

Ditambahkan Wawako.”Saya bekerja dalam mengambil kebijakan tidak mau bertentangan dengan hokum. Selagi kebijakan tersebut tidak bertentangan dengan hokum. Akan salakukan demi kepentingan bapak-bapak.”Ujarnya.

Rudi SE berharap para mantan pekerja harian DKP Bata mini untuk bersabar.”Mungkin dalam 3 hari ini sudah ada kabar untuk bapak-bapak tentang hal ini. Mengenai demo, bapak-bapak tidak usah melakukan aksi demo-demo. Kalau ada apa-apa, bapak sampaikan saja kepada saya. Jumpa dengan saya tidak susah.”kata Rudi.(taherman)

Ditulis Oleh Pada Mei 14 2013. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Via Facebook

1 Comment for “Mantan Tenaga Kerja Harian Lepas DKP Batam Tuntut Pesongon”

  1. Iswahyudi. Ketua Umum PKNK Kota Batam.

    Ketua Umum PKNK(Persatuan Keluarga Nusa Kenari) Kota Batam. (Iswahyudi) selaku pihak yang mewakili para mantan buruh THL DKP kota batam menanggapi pernyataan Wakil Walikota Batam(H.Rudi.SE.MM) berkaitan dengan masalah pembayaran Uang pesangon kepada 31 mantan buruh THL DKP kota batam, kenapa dikait-kaitkan dengan BPK-RI yang harus membolehkan atau tidak membolehkan dalam hal membayar pesangon; persoalan tentang ada atau tidak ada anggaran dari BPK-RI tersebut bukan urusan dari pihak kami, dan samasekali permasalahan ini tidak punya sangkutan apapun dengan Instansi BPK-RI yang dimaksud, sehingga jangan kita jadikan instansi BPK-RI sebagai alasan atau sebagai tumbal dari keputusan brutal yang dibuat oleh Drs.Sulaeman Nababan selaku Kadis DKP kota batam. pak H.Rudi SE.MM. Wawako Batam sudah berjanji paling lambat-3 hari beliau sudah bisa kabari, yaah..!! kira-kira terhitung dari Tgl,14 s/d 17-05-2013, dan pihak kami berpegang pada janji beliau pak Wawako, Saya harap kepada pihak PKNK bersama 9-LSM pendukung selaku perwakilan dari para mantan buruh THL DKP kota batam untuk bisa bersabar. kita tunggu sampai tgl,17-05-2013 nanti beliau akan kabari. Tunggu tanggal mainnya saja kan..? HARTEN (harap tenang) Saudara-saudaraku, Badai pasti berlalu, kalaupun Badai tidak akan berlalu juga paling-paling kantor DKP dan Pemko Batam saja yang kena Sunami. Coleteh Iswahyudi.

Komentar Anda

Kepri.info Indek